Wilujeng sumping ... Hatur nuhun sudah mau mampir di situs saya yang sederhana ini. Disitus ini saya ingin berbagi tentang pengalaman saya dan juga keluarga, insya allah info yang diberikan membawa manfaat yang baik untuk anda sekalian ... amien. Salam hangat Brian
Cari sesuatu ?
Rabu, Maret 10, 2010
Motivasi hari ini
Aku meminta kekuatan Dan Allah memberiku kesulitan yang membuat aku kuat. Aku meminta hikmah Dan Allah memberiku masalah untuk diselesaikan. Aku meminta kesejahteraan Dan Allah memberiku otak dan tenaga untuk bekerja. Aku meminta keteguhan hati Dan Allah memberiku bahaya-bahaya untuk kuatasi.Aku tak menerima satupun yang ku minta Namun aku menerima segala sesuatu yang aku perlukan DAN…DO’AKU TERJAWAB...
Jumat, Maret 05, 2010
Mengatasi Batuk Pilek Secara Alami
maklum nih lagi kena influensa, kerja lembur, kurang istirahat, kurang tidur, cuaca lagi kurang bagus, pergantian musim, virus flu merajalela hehehehe,,, cari2 info tentang influensa, dapet info ini, share aja deh, semoga bermanfaat :D
Siapa yang belum pernah terkena batuk pilek? Rasanya jarang ada
orang yang kebal batuk pilek. Penyakit ini mudah menyerang setiap
orang, tak pandang usia maupun jenis kelamin. Datangnya pun bisa
lebih dari sekali dalam setahun, terlebih pada anak-anak. Bagi
sebagian orang, penyakit ini malah sudah dianggap penyakit langganan
yang selalu datang setiap kali terjadi perubahan musim.
Batuk pilek beda dengan infleunsa
Biasanya gejala batuk pilek dimulai 2-3 hari setelah terjadinya
infeksi. Gejalanya sangat khas, yaitu bersin-bersin, hidung berair,
hidung tersumbat, batuk, suara serak. Hal itu bisa berlangsung
kurang lebih seminggu. Biasanya hanya 2-3 hari bila gejalanya
ringan, tapi bisa sampai 2 minggu bila gejalanya tergolong parah.
Namun bila sudah lebih dari 2 minggu gejala pilek belum hilang juga,
bisa jadi penyebabnya adalah alergi.
Umumnya orang sering terkecoh, menyamakan batuk pilek dengan
influensa. Gejala awalnya memang mirip, tapi gejala batuk-pilek
lebih ringan dibandingkan influensa. Influensa cenderung menimbulkan
demam, otot kaku, dan batuk yang lebih parah. Tetapi gejala
influensa yang ringan, bisa saja mirip dengan batuk pilek. Memang
cukup sulit membedakan berdasarkan gejala.
Baik batuk pilek maupun influensa sama-sama disebabkan oleh virus,
namun jenis virus penyebabnya berbeda. Jenis virus penyebab gejala
batuk pilek dan influensa jumlahnya bisa lebih dari 200 macam. Itu
sebabnya sulit bagi tubuh kita untuk membangun kekebalan. Karena
setiap kali virus yang menyerang bisa berbeda-beda.
Pilek terjadi karena kedinginan?
Selama ini, banyak orang beranggapan bahwa kedinginan bisa
menyebabkan pilek. Berdasarkan penelitian, ternyata tidak pernah
terbukti bahwa terpapar cuaca dingin, kedinginan, atau kepanasan
bisa menyebabkan pilek jika kita terinfeksi virus. Namun dr. Elson
M. Hass, seorang dokter dari Amerika yang menggabungkan pengobatan
konvensional dan alami, dalam artikelnya Staying Healthy with Dr
Elson Haas menjelaskan bahwa virus bukan satu-satunya penyebab batuk
pilek. Menurut dia, kekebalan tubuhnya lemah cenderung lebih mudah
terkena penyakit infeksi. Dan hal-hsl yang menyebabkan lemahnya
kekebalan tubuh, diantaranya adalah pola makan yang buruk, kurangnya
olahraga, stress, dan kurang tidur.
Nampaknya kita memang perlu lebih mewaspadai stres yang kita alami
sehari-hari. Karena berdasarkan penelitian, stres bisa menekan
kekebalan tubuh sehingga mudah terkena penyakit infeksi. Ketika kita
stres, terjadi peningkatan pelepasan hormon kortikosteroid, jenis
hormon yang telah diketahui bisa menekan kekebalan tubuh terhadap
penyakit infeksi. Kehidupan modern yang cenderung menimbulkan stres
diduga merupakan salah satu penyebab tingginya kasus penyakit batuk
pilek di kota-kota besar.
Mengenai pilek yang terjadi setiap perubahan musim, menurut Dr. Haas
kemungkinan yang kita alami adalah gejala detoks alami yang
gejalanya memang mirip pilek. Ketika udara menjadi lebih dingin dan
lembab, tubuh cenderung membuang sisa-sisa metabolisme dan
membersihkan lendir yang berlebihan dan yang menyumbat jaringan sel
untuk melancarkan sirkulasi darah. Dengan begitu, kita bisa
menyesuaikan diri dengan cuaca di luar.
Tingkatkan imunitas tubuh
Karena belum ada obat yang bisa membunuh virus, maka penderita batuk
pilek biasanya cenderung membiarkan saja atau minum obat yang dijual
bebas bila gejalanya ringan. Mereka baru datang ke dokter jika
gejala yang dialami tergolong berat dan sangat mengganggu. Namun
dokter pun biasanya hanya memberikan vitamin dan obat penekan gejala
batuk pilek. Obat demam diberikan jika memang ada gejalanya.
Antibiotika terkadang juga diberikan dokter. Sebenarnya antibiotika
bukanlah obat yang tepat untuk virus, tetapi lebih cocok untuk
bakteri. Tetapi jika sampai terjadi komplikasi seperti infeksi
bakteri di bagian tengah telinga atau sinusitis, antibiotika dalam
hal ini memang diperlukan.
Nampaknya, upaya pencegahan lebih mudah dilakukan daripada usaha
pengobatan. Berdasarkan penelitian, 95% orang normal akan terinkfesi
jika ada virus yang masuk ke dalam hidungnya. Namun dari setiap
orang yang terinfeksi, hanya 75% yang mengalami gejala batuk pilek.
Dua puluh lima persen sisanya meski terinfeksi vrius, ternyata tidak
mengalami gejala apapun. Diduga hal ini disebabkan karena tubuhnya
memiliki sistem kekebalan yang lebih baik.
Jadi jika ingin mencegah terjadinya batuk pilek, maka tindakan yang
paling bijaksana pertama adalah meningkatkan kekebalan tubuh.
Caranya yaitu dengan memperbaiki pola makan, berolahraga teratur,
mengatasi stres dan tidur cukup.
Kita perlu mengurangi konsumsi camilan dan minuman olahan yang
mengandung gula. Juga makanan dan minuman yang mengandung aneka
pengawet serta pewarna buatan, karena bisa menurunkan jumlah sel-sel
darah putih dalam tubuh kita dan melemahkan kemampuan sel darah
putih melawan virus. Sebaiknya tiap hari kita mengkonsumsi makanan
yang sehat, bergizi seimbang dan dengan menu yang bervariasi.
Usahakan jangan sampai kekurangan protein, vitamin A, vitamin C, dan
Seng.
Cegah terjadinya penularan
Untuk mencegah terjadinya penularan, kita perlu memahami cara virus
ini memperbanyak diri dan menimbulkan infeksi. Yang menarik dalam
hal ini, virus penyebab batuk pilek hanya memperbanyak diri di dalam
sel hidup. Di luar sel hidup, virus tersebut tidak bisa memperbanyak
diri, tetapi bisa hidup sampai terhirup bersama udara hingga masuk
ke dalam hidung bisa langsung menimbulkan infeksi.
Virus batuk pilek juga bisa dengan mudah masuk ke dalam tubuh kita
lewat mulut, hidung atau mata. Biasanya kita memang mudah terkena
batuk pilek ketika berada di dekat orang yang batuk atau bersin-
bersin. Namun yang lebih sering, virus masuk dengan perantaraan jari-
jari kita karena kebetulan menyentuk benda-benda yang telah
terkontaminasi virus seperti pulpen yang terletak di meja, tombol
start pada mesin fax atau alat fotokopi, gagang telepon, pegangan
tangga atau pintu di tempat umum, atau ketika memencet tombol untuk
menyalakan lampu. Sedikit virus saja sudah cukup untuk menimbulkan
infeksi.
Pada anak-anak penularannya bisa lebih gampang lagi karena baik di
sekolah maupun di taman bermain, kemungkinan terjadinya kontak pada
waktu bermain bersama sangat besar. Juga kalau mereka bermain
bersama dengan menggunakan mainan yang sama. Jika salah satu
terinfeksi mudah sekali menularkan pada anak-anak yang lain.
Langkah-langkah berikut ini mencegah terjadinya penularan:
Jika kondisi tubuh Anda atau anak Anda sedang kurang fit, hindari
terlalu banyak kontak dengan penderita batuk pilek.
Sehabis kontak dengan penderia atau dengan benda-benda serta
permukaan tempat yang sekiranya telah terkontaminasi virus,
segeralah mencuci tangan. Mencuci tangan bisa melepaskan virus
penyebab batuk pilek dari tangan dan jari-jari. Gerakan mencuci
tangan tersebutlah yang melepaskan virus tersebut dari tangan dan
jari-jari. Sabun dan detergen biasa yang kita gunakan memang tidak
bisa membunuh virus tetapi bisa membantu melepaskannya dari tangan
dan jari-jari kita.
Jauhkan jari-jari ANda dari mata, mulut atau hidung.
Usahakan menghindar jika ada orang yang batuk atau bersin ke arah
Anda.
Bersihkan permukaan benda-benda keras di sekeliling Anda dengan
desinfektan.
Atasi dengan cara alami
Jika kita telah telanjur mengalami gejala batuk pilek, berikut ini
ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk membantu mengurangi rasa
sakit dan mempercepat penyembuhan:
Pastikan tubuh ANda. Mendapat cukup istirahat di tempat tidur,
lepaskan sejenak rutinitas sehari-hari dan usahakan untuk menghalau
stres. Tubuh ANda perlu berisitirahat supaya mampu memerangi
penyakit ini.
Minumlah banyak cairan, terutama air putih, jus buah segar, atau teh
herbal panas.
Mengkonsumsi sup sayuran dengan bumbu bawang putih akan sangat
membantu. Karena bawang outih banyak mengandung bahan kimia yang
bisa berfungsi antimikroba, antivirus dan antiprotozoa.
Echinacea adalah herba yang telah dikenal bisa membantu mengatasi
batuk pilek. Namun herba ini hanya efektif jika dipergunakan saat
kita baru terinfeksi virus.
Vitamin C dalam dosis tetentu, meskipun tidak bisa mengobati,
setidaknya bisa mengurangi keparahan penyakit atau memperpendek
selang waktu terjadinya gejala.
Minyak esensial yang mengandung eucalyptus dan menthol telah lama
digunakan untuk mengatasi batuk pilek dan flu. Menthol banyak
terdapat pada minyak peppermint, sedang eucalyptus terdapat pada
minyak eucalyptus.
Untuk mengatasi batuk, buat ramuan madu dan jeruk nipis. Jika cukup
parah buatlah ramuan lidah buaya dan madu.
Sumber: Majalah Nirmala
Siapa yang belum pernah terkena batuk pilek? Rasanya jarang ada
orang yang kebal batuk pilek. Penyakit ini mudah menyerang setiap
orang, tak pandang usia maupun jenis kelamin. Datangnya pun bisa
lebih dari sekali dalam setahun, terlebih pada anak-anak. Bagi
sebagian orang, penyakit ini malah sudah dianggap penyakit langganan
yang selalu datang setiap kali terjadi perubahan musim.
Batuk pilek beda dengan infleunsa
Biasanya gejala batuk pilek dimulai 2-3 hari setelah terjadinya
infeksi. Gejalanya sangat khas, yaitu bersin-bersin, hidung berair,
hidung tersumbat, batuk, suara serak. Hal itu bisa berlangsung
kurang lebih seminggu. Biasanya hanya 2-3 hari bila gejalanya
ringan, tapi bisa sampai 2 minggu bila gejalanya tergolong parah.
Namun bila sudah lebih dari 2 minggu gejala pilek belum hilang juga,
bisa jadi penyebabnya adalah alergi.
Umumnya orang sering terkecoh, menyamakan batuk pilek dengan
influensa. Gejala awalnya memang mirip, tapi gejala batuk-pilek
lebih ringan dibandingkan influensa. Influensa cenderung menimbulkan
demam, otot kaku, dan batuk yang lebih parah. Tetapi gejala
influensa yang ringan, bisa saja mirip dengan batuk pilek. Memang
cukup sulit membedakan berdasarkan gejala.
Baik batuk pilek maupun influensa sama-sama disebabkan oleh virus,
namun jenis virus penyebabnya berbeda. Jenis virus penyebab gejala
batuk pilek dan influensa jumlahnya bisa lebih dari 200 macam. Itu
sebabnya sulit bagi tubuh kita untuk membangun kekebalan. Karena
setiap kali virus yang menyerang bisa berbeda-beda.
Pilek terjadi karena kedinginan?
Selama ini, banyak orang beranggapan bahwa kedinginan bisa
menyebabkan pilek. Berdasarkan penelitian, ternyata tidak pernah
terbukti bahwa terpapar cuaca dingin, kedinginan, atau kepanasan
bisa menyebabkan pilek jika kita terinfeksi virus. Namun dr. Elson
M. Hass, seorang dokter dari Amerika yang menggabungkan pengobatan
konvensional dan alami, dalam artikelnya Staying Healthy with Dr
Elson Haas menjelaskan bahwa virus bukan satu-satunya penyebab batuk
pilek. Menurut dia, kekebalan tubuhnya lemah cenderung lebih mudah
terkena penyakit infeksi. Dan hal-hsl yang menyebabkan lemahnya
kekebalan tubuh, diantaranya adalah pola makan yang buruk, kurangnya
olahraga, stress, dan kurang tidur.
Nampaknya kita memang perlu lebih mewaspadai stres yang kita alami
sehari-hari. Karena berdasarkan penelitian, stres bisa menekan
kekebalan tubuh sehingga mudah terkena penyakit infeksi. Ketika kita
stres, terjadi peningkatan pelepasan hormon kortikosteroid, jenis
hormon yang telah diketahui bisa menekan kekebalan tubuh terhadap
penyakit infeksi. Kehidupan modern yang cenderung menimbulkan stres
diduga merupakan salah satu penyebab tingginya kasus penyakit batuk
pilek di kota-kota besar.
Mengenai pilek yang terjadi setiap perubahan musim, menurut Dr. Haas
kemungkinan yang kita alami adalah gejala detoks alami yang
gejalanya memang mirip pilek. Ketika udara menjadi lebih dingin dan
lembab, tubuh cenderung membuang sisa-sisa metabolisme dan
membersihkan lendir yang berlebihan dan yang menyumbat jaringan sel
untuk melancarkan sirkulasi darah. Dengan begitu, kita bisa
menyesuaikan diri dengan cuaca di luar.
Tingkatkan imunitas tubuh
Karena belum ada obat yang bisa membunuh virus, maka penderita batuk
pilek biasanya cenderung membiarkan saja atau minum obat yang dijual
bebas bila gejalanya ringan. Mereka baru datang ke dokter jika
gejala yang dialami tergolong berat dan sangat mengganggu. Namun
dokter pun biasanya hanya memberikan vitamin dan obat penekan gejala
batuk pilek. Obat demam diberikan jika memang ada gejalanya.
Antibiotika terkadang juga diberikan dokter. Sebenarnya antibiotika
bukanlah obat yang tepat untuk virus, tetapi lebih cocok untuk
bakteri. Tetapi jika sampai terjadi komplikasi seperti infeksi
bakteri di bagian tengah telinga atau sinusitis, antibiotika dalam
hal ini memang diperlukan.
Nampaknya, upaya pencegahan lebih mudah dilakukan daripada usaha
pengobatan. Berdasarkan penelitian, 95% orang normal akan terinkfesi
jika ada virus yang masuk ke dalam hidungnya. Namun dari setiap
orang yang terinfeksi, hanya 75% yang mengalami gejala batuk pilek.
Dua puluh lima persen sisanya meski terinfeksi vrius, ternyata tidak
mengalami gejala apapun. Diduga hal ini disebabkan karena tubuhnya
memiliki sistem kekebalan yang lebih baik.
Jadi jika ingin mencegah terjadinya batuk pilek, maka tindakan yang
paling bijaksana pertama adalah meningkatkan kekebalan tubuh.
Caranya yaitu dengan memperbaiki pola makan, berolahraga teratur,
mengatasi stres dan tidur cukup.
Kita perlu mengurangi konsumsi camilan dan minuman olahan yang
mengandung gula. Juga makanan dan minuman yang mengandung aneka
pengawet serta pewarna buatan, karena bisa menurunkan jumlah sel-sel
darah putih dalam tubuh kita dan melemahkan kemampuan sel darah
putih melawan virus. Sebaiknya tiap hari kita mengkonsumsi makanan
yang sehat, bergizi seimbang dan dengan menu yang bervariasi.
Usahakan jangan sampai kekurangan protein, vitamin A, vitamin C, dan
Seng.
Cegah terjadinya penularan
Untuk mencegah terjadinya penularan, kita perlu memahami cara virus
ini memperbanyak diri dan menimbulkan infeksi. Yang menarik dalam
hal ini, virus penyebab batuk pilek hanya memperbanyak diri di dalam
sel hidup. Di luar sel hidup, virus tersebut tidak bisa memperbanyak
diri, tetapi bisa hidup sampai terhirup bersama udara hingga masuk
ke dalam hidung bisa langsung menimbulkan infeksi.
Virus batuk pilek juga bisa dengan mudah masuk ke dalam tubuh kita
lewat mulut, hidung atau mata. Biasanya kita memang mudah terkena
batuk pilek ketika berada di dekat orang yang batuk atau bersin-
bersin. Namun yang lebih sering, virus masuk dengan perantaraan jari-
jari kita karena kebetulan menyentuk benda-benda yang telah
terkontaminasi virus seperti pulpen yang terletak di meja, tombol
start pada mesin fax atau alat fotokopi, gagang telepon, pegangan
tangga atau pintu di tempat umum, atau ketika memencet tombol untuk
menyalakan lampu. Sedikit virus saja sudah cukup untuk menimbulkan
infeksi.
Pada anak-anak penularannya bisa lebih gampang lagi karena baik di
sekolah maupun di taman bermain, kemungkinan terjadinya kontak pada
waktu bermain bersama sangat besar. Juga kalau mereka bermain
bersama dengan menggunakan mainan yang sama. Jika salah satu
terinfeksi mudah sekali menularkan pada anak-anak yang lain.
Langkah-langkah berikut ini mencegah terjadinya penularan:
Jika kondisi tubuh Anda atau anak Anda sedang kurang fit, hindari
terlalu banyak kontak dengan penderita batuk pilek.
Sehabis kontak dengan penderia atau dengan benda-benda serta
permukaan tempat yang sekiranya telah terkontaminasi virus,
segeralah mencuci tangan. Mencuci tangan bisa melepaskan virus
penyebab batuk pilek dari tangan dan jari-jari. Gerakan mencuci
tangan tersebutlah yang melepaskan virus tersebut dari tangan dan
jari-jari. Sabun dan detergen biasa yang kita gunakan memang tidak
bisa membunuh virus tetapi bisa membantu melepaskannya dari tangan
dan jari-jari kita.
Jauhkan jari-jari ANda dari mata, mulut atau hidung.
Usahakan menghindar jika ada orang yang batuk atau bersin ke arah
Anda.
Bersihkan permukaan benda-benda keras di sekeliling Anda dengan
desinfektan.
Atasi dengan cara alami
Jika kita telah telanjur mengalami gejala batuk pilek, berikut ini
ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk membantu mengurangi rasa
sakit dan mempercepat penyembuhan:
Pastikan tubuh ANda. Mendapat cukup istirahat di tempat tidur,
lepaskan sejenak rutinitas sehari-hari dan usahakan untuk menghalau
stres. Tubuh ANda perlu berisitirahat supaya mampu memerangi
penyakit ini.
Minumlah banyak cairan, terutama air putih, jus buah segar, atau teh
herbal panas.
Mengkonsumsi sup sayuran dengan bumbu bawang putih akan sangat
membantu. Karena bawang outih banyak mengandung bahan kimia yang
bisa berfungsi antimikroba, antivirus dan antiprotozoa.
Echinacea adalah herba yang telah dikenal bisa membantu mengatasi
batuk pilek. Namun herba ini hanya efektif jika dipergunakan saat
kita baru terinfeksi virus.
Vitamin C dalam dosis tetentu, meskipun tidak bisa mengobati,
setidaknya bisa mengurangi keparahan penyakit atau memperpendek
selang waktu terjadinya gejala.
Minyak esensial yang mengandung eucalyptus dan menthol telah lama
digunakan untuk mengatasi batuk pilek dan flu. Menthol banyak
terdapat pada minyak peppermint, sedang eucalyptus terdapat pada
minyak eucalyptus.
Untuk mengatasi batuk, buat ramuan madu dan jeruk nipis. Jika cukup
parah buatlah ramuan lidah buaya dan madu.
Sumber: Majalah Nirmala
Rabu, Januari 20, 2010
Pop Up diffuser
hari minggu sore baru terima paket dari rekan Danny Darmawan di medan ... insya allah segera saya posting hasil jepretan dg menggunakan pop up diffuser tersebut ...
Selasa, Januari 19, 2010
Sekeping Kebahagiaan dibalik PHK
Mendadak dipecat dari kantor tempat bekerja mungkin sebuah tragedi pahit yang perlu dihindari. Sebab pemecatan atau PHK bukan saja memutus dengan segera nafkah bulanan yang selama ini mengalir. Ia kadang juga berarti pukulan yang perih bagi tegaknya harga diri, dan lantas meninggalkan sang korban dalam lorong keputus-asaan yang panjang nan melelahkan.
Sebab itulah, seseorang yang mampu menghadapi duka PHK itu dengan kepala tegak, dan lalu justru menemukan sekeping kebahagiaan dibaliknya mungkin adalah insan yang ajaib. Dan persis kisah orang seperti itulah yang hendak kita bincangkan di pagi yang cerah ini. Namun sebelum kita meneruskan sajian ini, silakan seruput dulu setetes teh hangat yang mungkin sekarang ada di depan Anda.
Kisah heroisme PHK itu bermula dari seorang paruh baya bernama Mike Brendan. Dalam usianya yang ke 50, Mike telah berada pada puncak kesuksesan : alumnus sekolah top di Amerika, posisi direktur pada sebuah biro iklan global, dan keluarga yang sejahtera. Sampai kemudian di pagi yang mendung, ia disodori surat PHK dari kantornya bekerja (demi alasan efisiensi dan restrukturisasi).
Ia sungguh tak menyangka bahwa ia akan di PHK pada saat usia sudah menjelang senja. Toh hidup ternyata tak selamanya penuh kidung keindahan. Demikianlah, setelah di PHK ia lalu mencoba membangun usaha sendiri sebagai konsultan pemasaran. Namun ia menemuni kegagalan dalam bisnis ini. Dunia pelan-pelan terasa makin sendu; dan ia kian terpojok sebab sisa tabungannya makin habis untuk menghidupi beban sehari-hari.
Ditengah tekanan finansial yang makin menyergap, ia dipaksa untuk segera mencari pekerjaan yang bisa memberikan segenggam nafkah bagi dirinya untuk meneruskan hidup – apapun jenis pekerjaan itu. Akhirnya ia memilih untuk melakukan apa yang mungkin tak pernah ia bayangkan : menjadi pelayan di sebuah kedai kopi di pinggiran kota New York.
Ia sungguh tak membayangkan kehancuran yang demikian perih : merintis karir di sebuah biro iklan, dan kemudian melesat menjadi salah direkturnya, lalu dipecat, dan sekarang terpaksa bekerja sebagai pelayan di kedai kopi. “How did I get to this place in my life”, demikian tulisnya dalam sebuah malam yang terasa begitu getir.
Namun persis disitulah keajabain dimulai. Ia ternyata menemui rekan-rekan kerja para pelayan kopi yang senantiasa bekerja dengan penuh semangat. Yang selalu memberikan pertolongan dengan penuh ketulusan. Yang selalu bisa menjadi rekan kerja yang sungguh menentramkan. Demikianlah, Mike pelan-pelan menemukan sebuah dunia kerja yang terasa begitu meneduhkan, yang membuat ia setiap hari selalu bersemangat memberikan pelayanan yang terbaik bagi para pelanggan kedai kopi itu.
Kedai kopi yang penuh dengan keguyuban itu ternyata telah menebarkan sepercik keindahan dalam kehidupan dirinya. Dan sebab itulah, ia kemudian memutuskan untuk terus bekerja sebagai pelayan di kedai kopi itu tanpa berencana berhenti pensiun.
Ada tiga pelajaran penting dari kisah Mike Brendan yang ia tuliskan sendiri dalam bukunya yang bertajuk How Starbucks Saved My Life (sebuah buku yang sungguh mempesona…..bercerita dengan sangat indah tentang kisah dirinya : mulai dari karirnya sebagai top leader di biro iklan global hingga terjerembab menjadi pelayan di kedai kopi Starbucks. Dari profesinya sebagai konsultan iklan kelas dunia, di PHK, dan lalu bekerja setiap hari membersihkan cangkir serta toilet Starbucks tempat dimana ia bekerja hingga saat ini. Ketika membaca buku ini saya berkali-kali ikut tertawa merasakan kebahagian bapak Mike, dan acap ikut mrebes mili ketika ia berbagi kegetiran hidupnya……).
Pelajaran pertama : happiness is about your state of mind. Kebahagiaan acap lebih merupakan hasil dari persepsi atau state of mind Anda sendiri; dan sering tak ada kaitannya dengan harta, status atau jabatan yang kita miliki. Mike menuliskan ia benar-benar merasa bahagia dengan pekerjaannya sekarang sebagai pelayan kedai kopi; sesuatu yang nyaris tak pernah ia rasakan ketika menjadi direktur pada sebuah biro iklan kelas dunia.
Pelajaran kedua : kebahagaiaan ditempat kerja sebagian besar ditentukan oleh kualitas lingkungan dan ketulusan rekan kerja dimana kita berinteraksi. Mike menuliskan ia seolah menemukan surga lantaran mendapat rekan-rekan kerja pelayan kopi yang selalu penuh antusiasme, dan selalu dengan tulus mau membantu satu sama lainnya. Ia acap meneteskan matanya terharu melihat betapa rekan-rekan kerja yang rata-rata masih muda belia, dengan ikhlas dan tulus selalu mensupport dirinya dalam setiap kesulitan yang ia temui.
Pejaran ketiga : menjadi karyawan adalah salah satu pekerjaan yang paling beresiko didunia. Alasannya jelas : sewaktu-waktu Anda bisa di-PHK seperti yang dialami oleh Mike. Karena itu sebelum Anda menemui nasib yang sama, persiapkan diri Anda sejak sekarang.
Kecuali Anda memang ingin mengikuti jejaknya : memilih di PHK, dan lalu bekerja sebagai pelayan di kedai kopi atau kedai Warteg di pinggir jalanan. Sebab siapa tahu, Anda justru bisa menemui kebahagiaan didalamnya. Mau?
source: http://strategimanajemen.net/2010/01/11/sekeping-kebahagiaan-dibalik-phk/
Sebab itulah, seseorang yang mampu menghadapi duka PHK itu dengan kepala tegak, dan lalu justru menemukan sekeping kebahagiaan dibaliknya mungkin adalah insan yang ajaib. Dan persis kisah orang seperti itulah yang hendak kita bincangkan di pagi yang cerah ini. Namun sebelum kita meneruskan sajian ini, silakan seruput dulu setetes teh hangat yang mungkin sekarang ada di depan Anda.
Kisah heroisme PHK itu bermula dari seorang paruh baya bernama Mike Brendan. Dalam usianya yang ke 50, Mike telah berada pada puncak kesuksesan : alumnus sekolah top di Amerika, posisi direktur pada sebuah biro iklan global, dan keluarga yang sejahtera. Sampai kemudian di pagi yang mendung, ia disodori surat PHK dari kantornya bekerja (demi alasan efisiensi dan restrukturisasi).
Ia sungguh tak menyangka bahwa ia akan di PHK pada saat usia sudah menjelang senja. Toh hidup ternyata tak selamanya penuh kidung keindahan. Demikianlah, setelah di PHK ia lalu mencoba membangun usaha sendiri sebagai konsultan pemasaran. Namun ia menemuni kegagalan dalam bisnis ini. Dunia pelan-pelan terasa makin sendu; dan ia kian terpojok sebab sisa tabungannya makin habis untuk menghidupi beban sehari-hari.
Ditengah tekanan finansial yang makin menyergap, ia dipaksa untuk segera mencari pekerjaan yang bisa memberikan segenggam nafkah bagi dirinya untuk meneruskan hidup – apapun jenis pekerjaan itu. Akhirnya ia memilih untuk melakukan apa yang mungkin tak pernah ia bayangkan : menjadi pelayan di sebuah kedai kopi di pinggiran kota New York.
Ia sungguh tak membayangkan kehancuran yang demikian perih : merintis karir di sebuah biro iklan, dan kemudian melesat menjadi salah direkturnya, lalu dipecat, dan sekarang terpaksa bekerja sebagai pelayan di kedai kopi. “How did I get to this place in my life”, demikian tulisnya dalam sebuah malam yang terasa begitu getir.
Namun persis disitulah keajabain dimulai. Ia ternyata menemui rekan-rekan kerja para pelayan kopi yang senantiasa bekerja dengan penuh semangat. Yang selalu memberikan pertolongan dengan penuh ketulusan. Yang selalu bisa menjadi rekan kerja yang sungguh menentramkan. Demikianlah, Mike pelan-pelan menemukan sebuah dunia kerja yang terasa begitu meneduhkan, yang membuat ia setiap hari selalu bersemangat memberikan pelayanan yang terbaik bagi para pelanggan kedai kopi itu.
Kedai kopi yang penuh dengan keguyuban itu ternyata telah menebarkan sepercik keindahan dalam kehidupan dirinya. Dan sebab itulah, ia kemudian memutuskan untuk terus bekerja sebagai pelayan di kedai kopi itu tanpa berencana berhenti pensiun.
Pelajaran pertama : happiness is about your state of mind. Kebahagiaan acap lebih merupakan hasil dari persepsi atau state of mind Anda sendiri; dan sering tak ada kaitannya dengan harta, status atau jabatan yang kita miliki. Mike menuliskan ia benar-benar merasa bahagia dengan pekerjaannya sekarang sebagai pelayan kedai kopi; sesuatu yang nyaris tak pernah ia rasakan ketika menjadi direktur pada sebuah biro iklan kelas dunia.
Pelajaran kedua : kebahagaiaan ditempat kerja sebagian besar ditentukan oleh kualitas lingkungan dan ketulusan rekan kerja dimana kita berinteraksi. Mike menuliskan ia seolah menemukan surga lantaran mendapat rekan-rekan kerja pelayan kopi yang selalu penuh antusiasme, dan selalu dengan tulus mau membantu satu sama lainnya. Ia acap meneteskan matanya terharu melihat betapa rekan-rekan kerja yang rata-rata masih muda belia, dengan ikhlas dan tulus selalu mensupport dirinya dalam setiap kesulitan yang ia temui.
Pejaran ketiga : menjadi karyawan adalah salah satu pekerjaan yang paling beresiko didunia. Alasannya jelas : sewaktu-waktu Anda bisa di-PHK seperti yang dialami oleh Mike. Karena itu sebelum Anda menemui nasib yang sama, persiapkan diri Anda sejak sekarang.
Kecuali Anda memang ingin mengikuti jejaknya : memilih di PHK, dan lalu bekerja sebagai pelayan di kedai kopi atau kedai Warteg di pinggir jalanan. Sebab siapa tahu, Anda justru bisa menemui kebahagiaan didalamnya. Mau?
source: http://strategimanajemen.net/2010/01/11/sekeping-kebahagiaan-dibalik-phk/
Jumat, Januari 15, 2010
Minggu, Januari 03, 2010
Sabtu, Januari 02, 2010
Sabtu, Desember 26, 2009
bokeh ....
susah sekali mendapat hasil close up yang oke dengan lensa kit ... walhasil malah dapat bokeh yg lumayan ..
dapet voucher uji emisi pas gathering ICC di Ranca Maya
coba setting close up ... jepret ...
detail hasil nya, ie :
- temperature oli mesin = 80
- putaran mesin = 800 rpm
- CO = 0.93 ( dg batas ambang max = 3.0 )
- CO corr = -
- CO2 = 12.9
- HC = 170 ( dg batas ambang max = 700.0 )
- O2 = 0.52
- Lambda = 0.989
semoga info ini bermanfaat
- temperature oli mesin = 80
- putaran mesin = 800 rpm
- CO = 0.93 ( dg batas ambang max = 3.0 )
- CO corr = -
- CO2 = 12.9
- HC = 170 ( dg batas ambang max = 700.0 )
- O2 = 0.52
- Lambda = 0.989
semoga info ini bermanfaat
Langganan:
Komentar (Atom)








